logo-responsive

MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING oleh H. Yasir Arafat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING

Oleh H. Yasir Arafat, M.Pd

 

1.       Pendahuluan

Model  Discovery Learning adalah teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan peserta didik

mengorganisasi sendiri.

Discovery Learning mempunyai prinsip yang sama dengan inkuiri (inquiry) dan Problem Solving. Tidak ada perbedaan yang prinsipil pada ketiga istilah ini, pada Discovery Learning lebih menekankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui. Perbedaannya dengan discovery ialah bahwa pada discovery masalah yang diperhadapkan kepada peserta didik semacam masalah yang direkayasa oleh guru

2.       Langkah-langkah pembelajaran Discovery Learning

A.      Perencanaan

1)      Menentukan tujuan pembelajaran

2)      Melakukan identifikasi karakteristik peserta didik (kemampuan awal, minat, gaya   belajar, dan sebagainya)

3)      Memilih materi pelajaran.

4)      Menentukan topik-topik yang harus dipelajari peserta didik secara induktif (dari contoh-contoh generalisasi)

5)      Mengembangkan bahan-bahan belajar yang berupa contoh-contoh, ilustrasi,  tugas dan sebagainya untuk dipelajari peserta didik

6)      Mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks, dari yang konkret ke abstrak, atau dari tahap enaktif, ikonik sampai ke simbolik

7)      Melakukan penilaian proses dan hasil belajar peserta didik

 

B.      Pelaksanaan

1)      Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan)

2)      Problem statement (pernyataan/ identifikasi masalah)

3)      Data collection (pengumpulan data)

4)      Data processing (pengolahan data)

5)      Verification (pembuktian)

6)      Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi)

 

Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan)

Pertama-tama pada tahap ini pelajar dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungannya dan timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri.  Guru dapat memulai kegiatan pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah. Stimulasi pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan kondisi interaksi belajar yang dapat mengembangkan dan membantu peserta didik dalam mengeksplorasi bahan.  Dengan demikian seorang Guru harus menguasai teknik-teknik dalam memberi stimulus kepada peserta didik agar tujuan mengaktifkan peserta didik untuk mengeksplorasi dapat tercapai.

Problem statement (pernyataan/ identifikasi masalah)

Setelah dilakukan stimulation   guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin   masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah)

Data collection (pengumpulan data)

Pada saat peserta didik melakukan eksperimen atau eksplorasi, guru memberi kesempatan kepada para peserta didik untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang relevan untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis.  Data dapat diperoleh melalui membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan nara sumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.

Data processing (pengolahan data)

Pertama-tama pada tahap ini pelajar dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungannya dan timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri.

Guru dapat memulai kegiatan pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah. Stimulasi pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan kondisi interaksi belajar yang dapat mengembangkan dan membantu peserta didik dalam mengeksplorasi bahan.

Verification (pembuktian)

Pada tahap ini peserta didik melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang telah ditetapkan, dihubungkan dengan hasil data processing. 

Berdasarkan hasil pengolahan dan tafsiran, atau informasi yang ada, pernyataan atau hipotesis yang telah dirumuskan terdahulu itu kemudian dicek, apakah terjawab atau tidak, apakah terbukti atau tidak.

Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi)

Tahap generalisasi/ menarik kesimpulan adalah proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi.

Berdasarkan hasil verifikasi maka  dirumuskan prinsip-prinsip yang mendasari generalisasi.

Penilaian

a.       penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan tes maupun non tes. Penilaian dapat berupa penilaian pengetahuan, keterampilan, sikap, atau penilaian hasil kerja peserta didik.

b.      penialainnya berupa penilaian pengetahuan, maka dalam model pembelajaran discovery dapat menggunakan tes tertulis

 

CONTOH TUGAS PESERTA DIKLAT

MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING

DIIMPLEMENTASIKAN DALAM RPP

 

 

 

 

 

 

 

 

Pertemuan Pertama (2 JP)

Kegiatan

Langkah-langkah Model Discovery

Deskripsi Kegiatan

 

Alokasi Waktu

Pendahuluan

Menciptakan Situasi (Stimulasi)

–       Menyiapkan peserta didik untuk belajar

–       Guru melakukan pemusatan perhatian :

·      Guru memperlihatkan gambar orang minum air teh dan daun teh

·      Guru memancing peserta didik agar mengajukan pertanyaanyang berkaitan dengan gambar.

–       Guru mendemonstrasikan proses pemisahan campuran air teh dengan penyaringan.

–       Guru melakukan apersepsi sesuai dengan demonstrasi yang dilakukan

–       Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan cakupan materi

20 menit

Kegiatan Inti

Pembahasan Tugas dan Identifikasi Masalah

 

 

 

 

 

 

Observasi

 

Pengumpulan data

 

 

Pengolahan data dan analisis

 

Verifikasi

 

Generalisasi

Menyampaikan informasi tentang kegiatan  yang akan dilakukan yaitu   eksperimen pemisahan campuran dengan metode    filtrasi, dekantasi,  evavorasi, kristalisasi     

–          Membagi peserta didik menjadi 10  kelompok

–          Diskusi kelompok untuk   mengkaji LKS  bagaimana cara memisahkan campuran dengan metode    filtrasi, dekantasi,  evaporasi, kristalisasi  dan mengidentifikasi konsep pemisahan campuran yang harus diperoleh melalui percobaan

–          Melakukan percobaan pemisahan campuran metode  filtrasi, sentrifugasi  dan  kromatografi.

–          Peserta didik mengamati percobaan dan mencatat data pengamatan  pada kolom yang tersedia pada LKS               “ Pemisahan Campuran dengan Cara filtrasi, sentrifugasi, dan Kromatografi “

–          Mengolah dan menganalisis data percobaan pemisahan campuran dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan pada LKS

–          Presentasi hasil percobaan

–          Diskusi prinsip-prinsip pemisahan campuran berdasarkan  data hasil percobaan dan mencocokan dengan konsep pada buku sumber

–          Membuat kesimpulan  tentang prinsip-prinsip dan metode pemisahan campuran

–          Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok

80 menit

Penutup

 

–          Peserta didik dan guru mereview hasil kegiatan pembelajaran  

–          Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada kelompok yang berkinerja baik

–         Peserta didik menjawab kuis tentang prinsip pemisahan campuranmetode  filtrasi, sentrifugasi  dan  kromatografi.

–         Pemberian tugas untuk mempelajari pemanfaatan pemisahan campuran dalam kehidupan sehari-hari dan tugas baca pemisahan campuran dengan cara destilasi, dan sublimasi.

20 menit

 

 

Pertemuan Kedua ( 2 JP)

Kegiatan

Langkah-langkah Model Discovery

Deskripsi Kegiatan

 

Alokasi Waktu

Pendahuluan

Menciptakan Situasi (Stimulasi)

–      Menyiapkan peserta didik untuk belajar

–      Guru melakukan pemusatan perhatian :

–       Guru memperlihatkan kapur barus

–       Guru mengajukan pertanyaan sbb:

“Apakah kalian tahu fungsi kapur barus? Kenapa jika kita menyimpan kapur barus di lemari lama kelamaan akan mengecil lalu menghilang? Ada yang tahu kemana perginya kapur barus tersebut? Kalau kapur barus tercampur dengan zat lain, bagaimana cara memisahkannya?

–      Guru mengecek prasyarat pengetahuan yang berkaitan dengan pemisahan campuran

–      Guru menyampaikan tujuan dan manfaat mempelajari metode pemisahan campuran dengan metode destilasidan sublimasiyang akan dicoba.

10     Menit

Kegiatan Inti

Pembahasan Tugas dan Identifikasi Masalah

 

 

 

 

 

 

Observasi

 

 

Pengumpulan data

Pengolahan data dan analisis

 

Verifikasi

 

 

 Generalisasi

 

–     Menyampaikan informasi tentang kegiatan  yang akan dilakukan yaitu   eksperimen pemisahan campuran dengan metode destilasi dan sublimasi

–     Membagi peserta didik menjadi 10  kelompok

–     Diskusi kelompok untuk  mengkaji LKS bagaimana cara memisahkan campuran dengan metode destilasi dan sublimasi

–     Peserta didik mengidentifikasi konsep yang harus diperoleh melalui percobaan

–          Melakukan percobaan pemisahan campuran  dengan judul “Pemisahan campuran dengan metode destilasi, sublimasi, dan kromatografi “     

–          Peserta didik mengamati percobaan dan mencatat data pengamatan pada kolom yang tersedia pada LKS

–          Mengolah dan menganalisis data dari setiap percobaan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pada LKS

–          Presentasi hasil percobaan

–          Diskusi prinsip-prinsip pemisahan campuran berdasarkan hasil  data hasil percobaan dan mencocokan dengan konsep pada buku sumber

–          Membuat kesimpulan tentang prinsip-prinsip dan metode pemisahan campuran

50 menit

Penutup

 

–      Peserta didik dan guru mereview hasil kegiatan pembelajaran  

–      Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada kelompok yang berkinerja baik

–      Peserta didik menjawab kuis tentang prinsip pemisahan campuran dengan metode destilasi dan sublimasi

–      Pemberian tugas untuk mempelajari pemanfaatan pemisahan campuran dalam kehidupan sehari-hari 

20 menit

 

Pertemuan Ketiga (2 JP)

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi Waktu

Pendahuluan

–       Menyiapkan peserta didik untuk belajar

–       Pemusatan perhatian : Memperlihatkan gambar berbagai campuran yang dapat dipisahkan dengan metode pemisahan yang telah dipelajari

–       Guru memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya, misalnya :

“ Air sumur di rumah kalau dibiarkan sebentar jadi berwarna coklat, Bagaimana cara menjernihkan air pompa di rumah saya,?   “

–       Guru menyampaikan tujuan dan manfaat mempelajari penerapan berbagai metode pemisahan campuran.

20 menit

Kegiatan Inti

–          Mencari informasi  dari sumber belajar tentang penerapan metode pemisahan campuran dan diskusi kelompok untuk mengidentifikasi pemanfaatan metode  pemisahan campuran  dalam kehidupan sehari-hari 

–          Penyamaan persepsi  tentang  pemanfaatan metode  pemisahan campuran  dalam kehidupan sehari-hari 

–          Diskusi penerapan prinsip-prinsip pemisahan campuran dalam kehidupan sehari-hari 

–          Mencari informasi cara membuat alat pemurnian air sederhana  dari buku atau internet untuk membuat tugas proyek   merancang dan membuat alat penjernihan air.

–          Presentasi  Hasil Diskusi Kelompok

70 menit

Penutup

–          Mereview  hasil kegiatan  pembelajaran  

–          Pemberian penghargaan  kepada kelompok yang berkinerja baik

–          Peserta didik menjawab kuis tentang pemisahan campuran dalam kehidupan sehari-hari

–          Pemberian tugas kelompok untuk membuat alat penjernihan air secara sederhana

30 menit

 

Kriteria dan Rubrik Penilaian Proyek Membuat Penjernihan Air

  1. Kriteria Penilaian Proyek Membuat Penjernihan Air

Format Penilaian Proyek

Topik             :              

Nama Proyek             :              

Waktu Pelaksanaan :              

Nama Peserta didik :              

Kelas              :              

No.

Aspek

Skor

1

Perencanaan:

b.       Persiapan alat dan bahan

c.        Rancangan :

–          Gambar  Rancangan

–          Alur kerja dan deskripsi

–          Cara penggunaan alat

30

2

 Produk  :

–          Bentuk Fisik

–          Inovasi

50

3

Laporan

–          Kebermanfaatan Laporan

–          Sistematika Laporan

–          Penulisan Kesimpulan

20

TOTAL SKOR

100

 

 

 

  1. Rubrik Penilaian Proyek Membuat Penjernihan Air

No.

Aspek

Rubrik

1

Perencanaan:

Persiapan alat dan bahan

10.    Jika alat dan bahan lengkap dan sesuai dengan gambar rancangan yang dipersiapkan

6.      Jika alat dan bahan lengkap tetapi kurang  sesuai dengan   gambar rancangan yang dipersiapkan

2.      Jika alat dan bahan kurang lengkap 

 

Rancangan :

§  Gambar Rancangan

§  Alur kerja dan deskripsi

§  Cara penggunaan alat

20.    Jika rancangan terdapat  gambar rancangan, alur kerja dan cara penggunaan alat yang sesuai

10.    Jika rancangan terdapat  gambar rancangan, alur kerja dan cara penggunaan alat  tetapi kurang sesuai

5.      Jika rancangan terdapat  gambar rancangan, alur kerja dan cara penggunaan alat tetapi tidak lengkap

2

Bentuk Fisik Produk

 

30.    Jika alat sesuai rancangan, bisa digunakan dan  bentuk fisik kuat dan kokoh

20.    Jika alatsesuai rancangan ,dan  bisa digunakan 

10.    Jika alat kurang sesuai rancangan tetapi bisa digunakan

 Inovasi Produk:

20 .   Alat dibuat dari bahan yang ada lingkungan rumah, dan menarik

10.    Alat dibuat dari bahan yang ada lingkungan rumah, dan  disain kurang menarik

3

Laporan

§  Kebermanfaatan Laporan

§  Sistematika Laporan

§  Kesimpulan

20.    Sistematika laporan sesuai dengan kriteria,   isi laporan bermanfaat  dan   kesimpulan sesuai

10.    Sistematika laporan sesuai dengan kriteria,     isi laporan  kurang bermanfaat, kesimpulan kurang sesuai

5.      Hanya satu aspek yang terpenuhi

 

 

 

Lembar Kerja Siswa

PEMISAHAN CAMPURAN

Materi yang terdapat di alam semesta ini tidaklah murni, melainkan masih berupa campuran.Seperti halnya udara yang kita hirup setiap hari sampai air laut yang berada di samudera. Udara sendiri terdiri dari beberapa macam zat seperti oksigen, nitrogen, air dan yang lainnya. Sedangkan air laut terdiri dari air, garam, dan zat yang lainnya.

Metode pemisahan merupakan suatu cara yang digunakan untuk memisahkan atau memurnikan suatu senyawa atau skelompok senyawa yang mempunyai susunan kimia yang berkaitan dari suatu bahan, baik dalam skala laboratorium maupun skala industri. Metode pemisahan bertujuan untuk mendapatkan zat murni atau beberapa zat murni dari suatu campuran, sering disebut sebagai pemurnian dan juga untuk mengetahui keberadaan suatu zat dalam suatu sampel (analisis laboratorium).

Pemisahan komponen-komponen penyusun campuran dapat dipisahkan dengan beberapa cara, diantaranya: 1)   Penyaringan, 2) Sentrifugasi, 3)Kromatografi,4) Destilasi,5) Sublimasi.

Untuk mempelajari metode pemisahan campuran ini cobalah lakukan kegiatan di bawah ini.

 

 

Kegiatan 1

Memisahkan Garam Dapur dari Pengotor

  1. Tujuan:

Memisahkan garam dapur dari zat pengotor dengan cara penyaringan/filtrasi dan penguapan/evaporasi.

  1. Alat dan Bahan :

Alat:

–          Kertas saring

–          Corong gelas

–          Gelas kimia

–          Labu Erlenmeyer

–          Cawan penguap

–          Batang pengaduk

–          Kaki tiga

–          Kawat kasa

–          Pembakar spirtus

Bahan :

–          Garam dapur kotor.

–          Aquades

 

  • Cara Kerja :
  1. Larutkan garam dapur kotor sebanyak 3 sendok spatula dengan aquades secukupnya dalam gelas kimia.
  2. Siapkan kertas saring dan lipat dengan cara sebagai berikut:
  3. Letakkan kertas saring di dalam corong dan semprotkan sedikit air sampai kertas saring menempel pada corong.
  4. Letakkan corong di atas labu Erlenmeyer atau letakkan corong pada alat penyangganya.
  5. Masukkan filtrat (hasil saringan) ke dalam cawan penguap.
  6. Panaskan filtrat tersebut sampai mendidih dan airnya menguap.
  7. Zat apakah yang tersisa pada cawan penguap?
  8. Pengamatan :

No

Bahan

Hasil Pengamatan

1

Campuran (garam kotor)

Wujud : ………………………

Warna : ……………………..

2

Larutan garam setelah disaring (filtrat)

Wujud : ……………………

Warna : ……………………..

3.

Filtrat setelah dipanaskan

Wujud : ……………………

Warna : ……………………..

  1. Pertanyaan :
  2. Mengapa garam kotor harus dilarutkan terlebih dahulu?
  3. Apa fungsi dari penguapan?
  4. Apa kesimpulan yang dapat di ambil dari percobaaan di atas?

 

 

Kegiatan  3

Kromatografi Kertas

  1. Tujuan: Memisahkan zat warna dalam campuran
  2. Alat dan Bahan :

Alat

·         Spidol berbagai macam warna

·          Kertas saring

·         Gelas kimia

Bahan

·         Tinta hitam dan warna lain

·         Aquades

 

  • Cara Kerja :
  1. Siapkan kertas saring berukuran 3 x 10 cm, buat garis pada bagian bawah dengan jarak 2 cm dari tepi kertas.
  2. Masukkan kertas kromatografi ke dalam gelas kimia yang berisi sedikit air, zat warna jangan tenggelam seperti gambar 

 

 

 

  1. Biarkan beberapa saat sampai muncul noda warna lalu keluarkan kertas kromatografi dari dalam gelas kimia dan amati noda yang ada pada kertas tersebut. Catat hasil pengamatan!
  2. Pengamatan :

No

Bahan

Hasil Pengamatan

1

Spidol hitam

Warna : ……………………..

2

Setelah dilakukan kromatografi kertas

Warna : ……………………..

  1. Pertanyaan :
  2. Mengapa zat warna pada tinta dapat teruai didalam kertas kromatografi?
  3. Apa kesimpulan yang dapat di ambil dari percobaaan di atas?

 

 

Kegiatan 4

Pemurnian Alkohol

 

  1. Tujuan: membuat alcohol murni dari alkohol yang dijual di apotik yang memiliki label 75% dengan prinsip destilasi
  2. Alat dan Bahan :

Alat

·         Termometer

·         Sumbat karet

·         Labu destilasi

·         Kaki tiga

·         Kawat kasa

·         Pembakar spirtus

·         Kondensor/pendingin

·         Gelas kimia

·         Labu Erlenmeyer

·         Selang

 

Bahan

·         Alkohol 75%

·         Aquades

 

  • Cara Kerja :
  1. Rangkaikan alat seperti gambar berikut.
  2. Masukkan alkohol dan air dengan perbandingan yang sama ke dalam labu destilasi.
  3. Alirkan air ke dalam pendingin dari lubang yang posisinya lebih rendah.
  4. Panaskan campuran air-alkohol dalam labu destilasi sampai mendidih dan airnya menguap.
  5. Tampung uap air yang sudah mengembun dan mengalir melalui pendingin  dengan  gelas kimia.
  6. Amati zat apa yang terdapat dalam labu dan zat apa yang terdapat dalam gelas kimia.

 

  1. Pengamatan :

No

Bahan

Hasil Pengamatan

1

Campuran alkohol dan air

Wujud : ………………………

Warna : ……………………..

2

Campuran setelah dipanaskan

Wujud : ……………………

Warna : ……………………..

 

  1. Pertanyaan :
  2. Pada suhu berapa alkohol mulai mendidih?
  3. Pada pemisahan ini apa masing-masing wujud  zat yang dipisahkan
  4. Apa kesimpulan yang dapat di ambil dari percobaaan di atas?

 

 

 

 

 

Kegiatan5

Memisahkan Kapur Barus dari Pengotor

  1. Tujuan: Memisahkan kapur barus dari bahan pengotor dengan prinsip sublimasi
  2. Alat dan Bahan :

Alat:

–          Cawan penguap

–          Kaca arloji

–          Kaki tiga

–          Kawat kasa

Bahan :

–          Kapur barus

–          Pasir/tanah

–          Pembakar spirtus

–          Lumpang dan alu

 

  • Cara Kerja :
    1. Tumbuk 1 buah kapur barus dengan menggunakan lumpang dan alu, kemudian tambahkan pasir/tanah.
    2. Masukkan campuran kapur barus dengan pengotornya ke dalam cawan penguap.
    3. Panaskan cawan tersebut dan tutup bagian atasnya dengan kaca arloji yang diatasnya disimpan es.
    4. Setelah beberapa saat buka tutup tersebut dan amati yang menempel pada gelas arloji?

 

  1. Pengamatan :

No

Bahan

Hasil Pengamatan

1

Campuran (kapur barus dan pengotor)

Wujud : ………………………

Warna : ……………………..

2

Campuran setelah dipanaskan

Wujud : ……………………

Warna : ……………………..

 

  1. Pertanyaan :
  2. Mengapa campuran tersebut harus dipanaskan?
  3. Apa kesimpulan yang dapat di ambil dari percobaaan di atas?
  4. Carilah bahan-bahan lain yang dapat menyublim!

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Rusmadi, 2017. Model-Model Pembelajaran. Pustaka Aksara. Bandung

Modul Pusdiklat TTPK Jakarta. 2015

Munir,dkk. 2012. Penerapan Model Pembelajaran di Kelas. Insan Utama Press. Yogyakarta.

RPP Mata Pelajaran IPA