logo-responsive

PARADIGMA BARU PENDIDIKAN MULTIKULTURAL oleh H. Abdul Hamid

 

 

 

PARADIGMA BARU PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

Oleh :

H.Abdul Hamid,S,Ag M.M.Pd.

Widyaiswara Ahli Madya IV/c

                                           Abstrak

Pendidikan multikultural adalah proses pengembangan seluruh potensi manusia yang menghargai pluralitas dan heterogenitasnya sebagai konsekuensi keragaman budaya, etnis, suku, dan aliran (agama). Pendidikan multikultural menekankan sebuah filosofi pluralisme budaya ke dalam sistem pendidikan yang didasarkan pada prinsip- prinsip persamaan (equality), saling menghormati dan menerima serta memahami dan adanya komitmen moral untuk sebuah keadilan sosial. Pendidikan multikultural berawal dari berkembangnya gagasan dan kesadaran tentang interkulturalisme seusai Perang Dunia II. Kemunculan gagasan dan kesadaran interkulturalisme ini  kemerdekaan dari kolonialisme, diskriminasi rasial, dan lain-lain, juga karena meningkatnya pluralitas di negara-negara Barat sendiri sebagai akibat dari peningkatan migrasi dari negara-negara . Pendidikan multikultural sebenarnya merupakan sikap peduli dan mau mengerti (differenceatau politics of recognition politik pengakuan terhadap orang-orang dari kelompok minoritas. Pendidikan multikultural melihat masyarakat secara lebih luas. Berdasarkan pandangan dasar bahwa sikap indiference dan non-recognition tidak hanya berakar dari ketimpangan struktur rasial. Dalam pendidikan multikultural, setiap peradaban dan kebudayaan yang ada berada dalam posisi yang sejajar dan sama. Tidak ada kebudayaan yang lebih tinggi atau dianggap lebih tinggi (superior) dan kebudayaan yang lain. Dialog meniscayakan adanya persamaan dan kesamaan diantara pihak-pihak yang terlibat. Anggapan bahwa kebudayaan tertentu lebih tinggi dan kebudayaan yang lain akan melahirkan fasisme, nativisme, dan chauvinisme.

Kata Kunci: Paradigma Baru Pendidikan Multikultural.

 

 

I. PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

Pendidikan adalah salah satu bidang yang sangat menentukan dalam kernajuan suatu Negara. Indonesia adalah Negara kesatuan yang terdiri dan berbagai macam suku, adat, agama, bahasa, dan lain-lain. Kesatuan ini akan menjadi bentuk Negara secara plural melalui pendidikan. Perbedaan ini dapat disatukan agar tidak terjadi diskriminasi yang menyudutkan pada salah satu golongan sehingga pembangunan Indonesia terlambat. Pada prinsipnya, pendidikan multikultural adalah pendidikan yang menghargai perbedaan. Pendidikan multikultural senantiasa menciptakan struktur dan proses dimana setiap kebudayaan bisa melakukan ekspresi. Tentu saja untuk mendesain pendidikan multicultural secara praksis, itu tidaklah mudah. Tetapi, paling tidak kita mencoba melakukan ijtihad untuk mendesain sesuai dengan prinsip -prinsip pendidikan multikulturalisme. Setidaknya ada dua hal bila kita akan mewujudkan pendidikan multikulturalisme yang mampu memberikan ruang kebebasan bagi semua kebudayaan untuk berekspresi.

Pertama adalah dialog. Pendidikan multikultural tidak mungkin berlangsung tanpa dialog. Dalam pendidikan multikultural, setiap peradaban dan kebudayaan yang ada berada dalam posisi yang sejajar dan sama. Tidak ada kebudayaan yang lebih tinggi atau dianggap lebih tinggi (superior) dan kebudayaan yang lain. Dialog meniscayakan adanya persamaan dan kesamaan diantara pihak-pihak yang terlibat. Anggapan bahwa kebudayaan tertentu lebih tinggi dan kebudayaan yang lain akan melahirkan fasisme, nativisme, dan chauvinisme. Dengan dialog, diharapkan terjadi sumbang pemikiran yang pada gilirannya akan memperkaya kebudaya2n atau peradaban yang bersangkutan. Di samping sebagai pengkayaan ,dialog juga sangat penting untuk mencari titik temu antar peradaban dan kebudayaan yang ada. Pendidikan multikultural dapat dirumuskan sebagai wujud kesadaran tentang keanekaragaman kultural, hak-hak asasi manusia serta pengurangan atau penghapusan berbagai jenis prasangka atau prejudise untuk membangun suatu kehidupan masyarakat yang adil dan maju.

 

     B. Rumusan Masalah

  1. Apakah pengertian Pendidikan Multikultural?
  2. Apa saja dasar Pendidikan Multikultural?
  3. Apa saja tujuan Pendidikan Multikultural?
  4. Apa saja fungsi pendidikan Multikultural?
  5. Bagaimanakah Paradigma Baru Pendidikan Multikultural?

     C. Tujuan Penulisan

Untuk mengetahui pengertian,dasar dan fungsi  Pendidikan Multikultural kepada masyarakat dalam rangka untuk memberikan penguatan dalam meningkatkan dunia pendidikan secara menyeluruh.

 

II. PEMBAHASAN

 

       A. Pengertian Pendidikan Multikultural

Kata budaya/kultur (culture) di pandang penting karena kata ini membentuk dan merupakan bagian dan istilah Pendidikan Multi/cultural. Bagaimana kita mendefinisikan budaya akan menentukan arti dan istilah Pendidikan Multikultural. Tanpa kita mengetahui apa arti budaya / kultur, kita akan sulit memahami implikasi pendidikan multikultural secara utuh. Misalnya jika budaya didefinisikan sebagai warisan dan tradisi dan suatu kelompok sosial, maka pendidikan multikultural berarti mempelajari tentang berbagai (multi) warisan dan tradisi budaya.

Mahfud Choirul ( 2014) Istilah multikultur berakar dan kata kultur yang diartikan sebatas pada budaya dan kebiasaan sekelompok orang pada daerah tertentu. Secara etimologis multikulturalisme dibentuk dan kata multi (banyak), culture (budaya), dan isme (aliran atau paham). Multikultural sebenarnya merupakan kata dasar yang mendapat awalan. Kata dasar – dasar itu adalah kultur yang berarti kebudayaan, kesopanan, atau pemeliharaan sedang awalannya adalah multi yang berarti banyak, ragam, atau aneka. Dengan demikian, multikultur berarti keragaman kebudayaan, aneka kesopanan, atau banyak pemeliharaan.
Multikulturalisme merupakan suatu paham atau situasi-kondisi masyarakat yang tersusun dan banyak kebudayaan. Multikulturalisme sering merupakan perasaan nyaman yang dibentuk oleh pengetahuan. Pengetahuan dibangun oleh keterampilan yang mendukung suatu proses komunikasi yang efektif, dengan setiap orang dan sikap kebudayaan yang ditemui dalam setiap situasi dengan melibatkan sekelompok orang yang berbeda latar belakang kebudayaannya. Multikulturalisme sebagai sebuah paham menekankan pada kesenjangan dan kesetaraan budaya-budaya loka] tanpa mengabaikan hak-hak dan ekstensi budaya yang ada.

Pengertian “Multikultural” secara luas mencakup pengalaman yang membentuk persepsi umum terhadap usia, gender, agama, status sosial ekonomi, jenis identitas budaya, bahasa, ras, dan berkebutuhan khusus.

 

        B. Dasar Pendidikan Multikultural

    1. Kesadaran Nilai Penting Keragaman Budaya

Pendidikan multikultural ini memberikan pemahaman mengenai berbagai jenis kegiatan pendidikan sebagai bagian integral dan kebudayaan universal.

 

  1.  Gerakan Pembaharuan Pendidikan

ini ditujukan agar tidak ada kesenjangan sosial dan diskriminasi di masyarakat. Contohnya seperti kesenjangan ketika muncul fenomena sekolah favorit yang didominasi oleh golongan orang kaya karena ada kebijakan lembaga yang mengharuskan untuk membayar uang pangkal yang mahal untuk bisa masuk ke sekolah favorit itu. Sedangkan siswa dengan karakteristik budaya yang berbeda tidak memiliki kesempatan itu.

 

  1. Proses Pendidikan

Pendidikan multikultural juga merupakan proses (pendidikan) yang tujuannya tidak akan pernah terealisasikan secara penuh. Pendidikan Multikultural harus dipandang sebagai suatu proses yang terus menerus, dan bukan sebagai sesuatu yang langsung bisa tercapai. Tujuan utama dan pendidikan multikultural adalah untuk memperbaiki prestasi secara utuh bukan sekadar meningkatkan skor.

 

    C. Tujuan Pendidikan Multikultural

  1. Pengembangan Literasi Etnis dan Budaya

Mempelajari tentang latar belakang sejarah, bahasa, karakteristik budaya, sumbangan, peristiwa kritis, individu yang berpengaruh, dan kondisi sosial, politik, dan ekonomi dan berbagai kelompok etnis mayoritas dan minoritas.

  1. Perkembangan Pribadi

Menekankan pada pengembangan pemahaman diri yang lebih besar, konsep diri yang positif, dan kebanggaan pada identitas pribadinya yang berkontribusi pada perkembangan pribadi siswa, yang berisi pemahaman yang lebih baik tentang diri yang pada akhirnya berkontribusi terhadap keseluruhan prestasi intelektual, akademis, dan sosial siswa.

  1. Klarifikasi Nilai dan Sikap

Merupakan langkah kunci dalam proses melepaskan potensi kreatif individu untuk memperbarui diri dan masyarakat untuk tumbuh-kembang lebih lanjut.

  1. Kompetensi Multikultural

Dengan mengajarkan keterampilan dalam komunikasi lintas budaya, hubungan antar pribadi, pengambilan perspektif, analisis kontekstual, pemahaman sudut pandang dan kerangka berpikir alternatif, dan menganalisa bagaimana kondisi budaya mempengaruhi nilai, sikap, harapan, dan perilaku.

  1. Kemampuan Keterampilan Dasar

Untuk memfasilitasi pembelajaran untuk melatih kemampuan keterampilan dasar dan siswa yang berbeda secara etnis dengan memberi materi dan teknik yang lebih bermakna untuk kehidupan dan kerangka berpikir dan siswa yang berbeda secara etnis.

  1. Persamaan dan Keunggulan Pendidikan

Tujuan persamaan multikultural berkaitan erat dengan tujuan penguasaan keterampilan dasar, namun lebih luas dan lebih filosofis. Untuk menentukan sumbangan komparatif terhadap kesempatan belajar, pendidik harus memahami secara keseluruhan bagaimana budaya membentuk gaya belajar, perilaku mengajar, dan keputusan pendidikan.

  1. Memperkuat Pribadi untuk Reformasi Sosial

Tujuan terakhir dan Pendidikan multikultural adalah memulai proses perubahan di sekolah yang pada akhimya akan meluas ke masyarakat. Tujuan mi akan melengkapi penanaman sikap, nilai, kebiasaan dan keterampilan siswa sehingga mereka menjadi agen perubahan sosial (sosial change agents ) yang memiliki komitmen yang tinggi dengan reformasi masyarakat untuk memberantas perbedaan (disparities) etnis dan rasial dalam kesempatan dan kemauan untuk bertindak berdasarkan komitmen mi. Untuk melakukan itu, mereka perlu memperbaiki pengetahuan mereka tentang isu etnis di samping mengembangkan kemampuan pengambilan keputusan, keterampilan tindakan sosial, kemampuan kepemimpinan, dan komitmen moral atas harkat dan persamaan.

  1. Memiliki Wawasan Kebangsaan/Kenegaraan yang Kokoh

Dengan mengetahui kekayaan budaya bangsa itu akan tumbuh rasa kebangsaan yang kuat. Rasa kebangsaan itu akan tumbuh dan berkembang dalam wadah negara Indonesia yang kokoh. Untuk itu Pendidikan Multikultural perlu menambahkan materi, program dan pembelajaran yang memperkuat rasa kebangsaan dan kenegaraan dengan menghilangkan etnosentrisme, prasangka, diskriminasi dan stereotype.

  1. Memiliki Wawasan Hidup yang Lintas Budaya dan Lintas Bangsa sebagai Warga Dunia.

Menurut Surahman ( 20013 ) mengatakan bahwa lintas budaya ini berarti individu dituntut memiliki wawasan sebagai warga dunia. Namun siswa harus tetap di kenalkan dengan budaya lokal, harus diajak berpikir tentang apa yang ada di sekitar lokalnya. Masyarakat  diajak berpikir secara berkelanjutan  dengan mengajak mereka untuk tetap peduli dengan situasi yang ada di sekitarnya.

  1. Hidup Berdampingan secara Damai

Dengan melihat perbedaan sebagai sebuah keniscayaan, dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, dengan menghargai persamaan akan tumbuh sikap toleran terhadap kelompok lain dan pada gilirannya dapat hidup berdampingan secara damai.

 

     D. Fungsi Pendidikan Multikultural

The National Council for Social Studies mengajukan sejumlah fungsi yang
menunjukkan pentingnya keberadaan dan pendidikan multikultural. Fungsi tersebut adalah:

  1. Memberi konsep diri yang jelas.
  2. Membantu memahami pengalaman kelompok etnis dan budaya ditinjau dan sejarahnya.
  3. Membantu memahami bahwa konflik antara ideal dan realitas itu memang ada pada setiap masyarakat.
  4. Membantu mengembangkan pembuatan keputusan, partisipasi sosial, dan keterampilan kewarganegaraan.
  5. Mengenal keberagaman dalam penggunaan bahasa.

 

      E. Paradigma Baru Pendidikan Multikultural.

Kemajemukan merupakan ciri khas bangsa Indonesia. Seperti diketahui Indonesia merupakan Negara Kepulauan dengan jumlah pulau terbesar di dunia. Pada satu sisi kemajemukan masyarakat memberikan side effect (dampak) secara positif namun pada sisi lain juga menimbulkan dampak negatif, karena kemajemukan itulah justru terkadang sering menimbulkan konflik antar kelompok masyarakat. Pada akhirnya, konflik-konflik antar kelompok masyarakat tersebut akan melahirkan distabilitas keamanan, sosioekonomi, dan ketidak harmonisan sosial.

Dalam menghadapi fluralisme budaya diperlukan paradigma baru yang lebih toleran yaitu paradigma Pendidikan Multikultural. Paradigma Pendidikan Multikultural itu penting sebab dapat mengarahkan anak didik untuk bersikap dan berpandangan toleran dan inklusif terhadap realitas masyarakat yang berbagai baik dalam hal budaya, suku, ras, etnis, maupun agama.

Pendidikan multikultural sebagai pendidikan alternatif patut di kembangan dan dijadikan sebagai model pendidikan di Indonesia dengan alasan, Pertama, realitas bahwa Indonesia adalah negara yang dihuni oleh berbagai suku, bangsa, etnis agama, dengan bahasa yang beragam dan membawa budaya yang heterogen serta tradisi dan peradaban yang beraneka ragam. Kedua, pluralitas tersebut secara inheren sudah ada sejak bangsa Indonesia ini ada. Ketiga, masyarakat menentang pendidikan yang berorientasi bisnis, komersialisasi, dan kapitalis, yang mengutamakan golongan atau orang tertentu. Keempat, masyarakat tidak menghendaki kekerasan dan kesewenang-wenangan pelaksanaan hak setiap orang. Kelima, pendidikan multikultur sebagai resistensi fanatisme yang mengarah pada berbagai jenis kekerasan dan kesewenang-wenangan. Keenam, pendidikan multikultural memberikan harapan dalam mengatasi berbagai gejolak masyarakat yang terjadi akhir-akhir ini. Ketujuh, pendidikan multikultutral sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan, sosial, kaagamaan, dan keTuhanan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

III. PENUTUP

 

Simpulan

 

Pengertian “Multikultural” secara luas mencakup pengalaman yang membentuk persepsi umum terhadap usia, gender, agama, status sosial ekonomi, jenis identitas budaya, bahasa, ras, dan berkebutuhan khusus.

Dasar Pendidikan Multikultural yaitu: Kesadaran Nilai Penting Keragaman Budaya, Gerakan Pembaharuan Pendidikan, Proses Pendidikan.
Tujuan Pendidikan Multikultural antara lain: Pengembangan Literasi Etnis dan
Budaya, Perkembangan Pribadi, Klarifikasi Nilai dan Sikap, Kompetensi
Multikultural, Kemampuan Keterampilan Dasar, Persamaan dan Keunggulan
Pendidikan, Memperkuat Pribadi untuk Reformasi Sosial, Memiliki Wawasan
Kebangsaan/Kenegaraan yang Kokoh, Memiliki Wawasan Hidup yang Lintas Budaya dan Lintas Bangsa sebagai Warga Dunia, hidup Berdampingan secara damai.

Fungsi Pendidikan Multikultural yaitu: Memberi konsep din yang jelas,
Membantu memahami pengalaman kelompok etnis dan budaya ditinjau dan sejarahnya, Membantu memahami bahwa konflik antara ideal dan realitas itu memang ada pada setiap masyarakat, Membantu mengembangkan pembuatan keputusan, partisipasi sosial, dan keterampilan kewarganegaraan, Mengenal keberagaman dalam penggunaan bahasa.

Paradigma Pendidikan Multikultural Dalam menghadapi fluralisme budaya diperlukan paradigma barn yang lebih toleran yaitu paradigma Pendidikan Multikultural. Paradigma Pendidikan Multikultural itu penting sebab dapat mengarahkan anak didik untuk bersikap dan berpandangan toleran dan inklusif terhadap realitas masyarakat yang beragam baik dalam hal budaya, suku, ras, etnis, maupun agama.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Mahfud Choirul. 2014.  Pendidikan Multikultural. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Maslikhah. 2012. Pendidikan Mulikultural.  PT. Temprina Media Grafika.

Sutamo. 2010.  Pendidikan Multikultural. Kalimantan Selatan : Dinas Pendidikan dan  FKIP Unlam.