logo-responsive
Rencana Strategik

RENCANA STRATEJIK 2015-2019

 

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dunia pendidikan dan pelatihan merupakan wilayah dinamis memiliki
perubahan yang harus terus mendapat perhatian dan memiliki saling
keterkaitan diberbagai bidang dan merupakan tantangan yang kompleks,
kondisi ini menuntut Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin sebagai lembaga
diklat harus terus berinovasi dan berkembang sesuai tuntutan tersebut serta
menjadi wadah pembentukan agen perubahan untuk mewujudkan good
governance dimasa yang akan datang.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin
mengembangkan rencana strategis untuk jangka waktu lima tahun 2015-2019.
Rencana tersebut disusun dengan memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan
Rencana Strategis sebelumnya dan hasil-hasil Analisis Kekuatan, Kelemahan,
Peluang dan Ancaman yang ada saat ini. Kemudian dikembangkan kebijakan,
sasaran, strategi, program kerja, dan indikator kinerjanya sesuai dengan
standar yang ditetapkan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama serta
mengacu pada aturan yang dikeluarkan oleh Kementerian PAN dan RB.

B. TUGAS DAN FUNGSI

TUGAS
Sesuai Keputusan Menteri Agama Nomor 345 tahun 2004 tentang Susunan
Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan
menyebutkan bahwa Balai Diklat Keagamaan adalah Unit Pelaksana Teknis
Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama yang menangani bidang
pendidikan dan pelatihan di lingkungan Kementerian Agama di daerah.
Sebagai kepanjangan tangan dari Badan Litbang dan Diklat Kementerian
Agama tersebut, Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin mempunyai tugas
Melaksanakan pendidikan dan pelatihan tenaga administrasi dan tenaga teknis
keagamaan di wilayah kerja Departemen Agama Provinsi Kalimantan Selatan,
Tengah, dan Timur.

FUNGSI
Dalam melaksanakan tugasnya tersebut, Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin
menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
a. Merumuskan visi, misi dan kebijakan Balai Diklat Keagamaan.
b. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan tenaga administrasi dan
tenaga teknis keagamaan.
c. Penyiapan dan penyajian laporan hasil pelaksanaan tugas Balai Diklat
Keagamaan Banjarmasin.
d. Menyelenggarakan koordinasi dan pengembangan kemitraan dengan
satuan organisasi/satuan kerja di lingkungan Departemen Agama dan
Pemda serta lembaga terkait lainnya.

BAB II
ANALISIS KONDISI SAAT INI
DAN YANG INGINKAN
A. KEKUATAN
1. Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin memiliki struktur organisasi (KMA 345)
yang terdiri dari Kepala Balai yang dibantu oleh Kepala Sub Bagian Tata
Usaha, Kepala Seksi Diklat Tenaga Administrasi dan Kepala Seksi Diklat
Tenaga Teknis Keagamaan.
2. Memiliki empat pejabat struktural dan juga pegawai yang berjumlah 57
orang, dua di antaranya pustakawan, seorang arsiparis dan seorang humas
22 orang pejabat fungsional umum serta 22 orang Widyaiswara (12
berpendidikan S.2).
3. Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin memiliki fasilitas kampus kediklatan
seperti perkantoran, sarana olah raga (tenis, bulutangkis, tenis meja,
fitness), asrama berkapasitas 200 orang, 6 ruang kelas, aula berkapasitas
200 orang, musholla, laboratorium bahasa, laboratorium komputer, dan
perpustakaan selain itu untuk transportasi BDL Banjarmasin juga memiliki
alat transport roda enam dengan kapasitas 27 seat.
B. KELEMAHAN
1. Terbatasnya jumlah pegawai menyebabkan kesulitan menyelenggarakan diklat
dalam jumlah besar pada waktu bersamaan.
2. Belum semua spesialisasi widyaiswara terpenuhi sehingga untuk beberapa
diklat masih mengandalkan outsorcing.
3. Sistem kediklatan belum berjalan optimal sehingga masih ditemukan
beberapa kendala akademis.
4. Belum memiliki database pegawai baik yang belum mengikuti diklat maupun
yang sudah menyebabkan terjadinya pengulangan dalam diklat yang sama
sementara pegawai lain belum tersentuh sama sekali.
5. Terbenturnya antara tugas-tugas kedinasan dengan tugas-tugas kediklatan.
C. PELUANG
1. Seiring paradigma baru kediklatan yang dicanangkan melalui DDTK serta
kerjasama MGMP, KKG dan Pokja-pokja dapat mempercepat siklus kediklatan.
2. Disahkannya UU ASN dapat memperluas akses peserta diklat tidak saja
bagi Pegawai Negeri Sipil tapi juga pegawai kontrak
3. Komitmen pemerintah dalam meningkatkan anggaran pendidikan 20%
memberi peluang bagi Balai dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas
kediklatan.
5. Jumlah PNS dan tenaga honorer Kementerian Agama diwilayah kerja
BDL Banjarmasin yang berjumlah mencapai lebih dari 15 ribu orang
merupakan sasaran diklat yang besar.

D. ANCAMAN
1. Jumlah fluktuatif pegawai yang akan dan telah didiklat serta masih dalam
pembenahannya aplikasi kediklatan membuat data base pegawai diwilayah
kerja Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin belum dapat dipergunakan
secara maksimal.
2. Widyaiswara yang purna tugas terutama widyaiswara administrasi
BDL Banjarmasin terancam krisis widyaiswara administrasi.
3. Belum stabilnya demokrasi dan perubahan sistem politik nasional jika tidak
diimbangi dengan konsisitensi semua pihak, mengancam keberadaan Balai
Diklat pada umumnya.

E. KONDISI YANG DIINGINKAN
Dengan pengembangan Rencana Strategis tahun 2015-2019 dilandasi keinginan
antara lain :
1. Sistem kediklatan berbasis aplikasi (SIMDIKLAT) yang mengarah pada diklat
berbasis IT menjadikan diklat lebih efektif dan efisien dan dapat mewujudkan
diklat yang berbasis database kediklatan.
2. Penguatan SDM kediklatan secara kuantitas dan kualitas dengan memberikan
kesempatan pada seluruh pegawai dan widyaiswara melanjutkan pendidikan
lebih tinggi.
3. Pengembangan sarana kediklatan dengan mengoptimalkan seluruh potensi
sarana yang telah dimiliki seperti perpustakaan digital..
4. Pemantapan sistem kelembagaan BDL Keagamaan Banjarmasin sebagai agen
perubahan (agent of change) bagi pegawai Kementerian Agama di Kalimantan
Selatan, Tengah, Timur dan Utara.
5. Pemantapan sistem kediklatan melalui Training Need Analysis (TNA).

A. VISI DAN MISI
BAB III
RENCANA STRATEJIK
2015-2019
Rencana Strategis atau Renstra adalah proses dan upaya-upaya terpadu dan
komprehensif yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun
waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun dengan memperhitungkan potensi
dan kelemahan yang dimiliki serta peluang dan kendala yang mungkin timbul.
Sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 345 tahun 2004, maka Balai
Diklat Keagamaan Banjarmasin menetapkan Renstra yang dimulai tahun 2015
hingga tahu99n 2019.
Renstra tersebut memiliki komponen yang terdiri dari: Visi, Misi, Tujuan,
Sasaran dan Strategi Pencapaian Sasaran yang dijabarkan dalam bentuk
Kebijakan dan Program.
VISI
Visi Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin adalah Terwujudnya Pegawai
Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Tengah, Timur dan Utara
yang terdepan dan profesional. Rumusan Visi tersebut dimaksudkan bahwa
setiap langkah, kebijakan dan program kerjanya dalam menyelenggarakan
pendidikan dan pelatihan, Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin, maksimal
dalam kurun waktu satu sampai lima tahun yakni tahun 2015 hingga 2019
menghendaki akan terwujud para alumni diklat yang terdepan dibidang
kompetensinya masing-masing, memiliki akhlak yang baik yang sesuai dengan
norma-norma agama dan profesional dalam pekerjaannya.
Untuk mengimplementasikan Visi tersebut, perlu diwujudkan nilai-nilai yang
dapat dijadikan pegangan/pedoman bagi penyelenggara diklat dalam
melaksanakan setiap langkahnya, sejak proses perencanaan, pelaksanaan
hingga evaluasi.
Nilai-nilai tersebut adalah :
Profesional, maksudnya setiap pekerjaan harus dilakukan oleh orang
melaksanakan tugas sesuai juklak (Petunjuk Pelaksanaan) dan juknis (Petunjuk
Teknis) yang dibebankan kepadanya, sehingga diharapkan akan menghasilkan
output yang memenuhi standar kompetensi dipersyaratkan;
Misi
Berdasarkan Visi tersebut Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin
mempersiapkan Misi sebagai berikut :
1. Meningkatkan kualitas SDM dengan dilandasi oleh lima budaya kerja
2. Menyediakan sarana prasarana dan pelayanan dibidang kediklatan
3. Meningkatkan pelayanan dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan
4. Memperluas Jaringan dan Kerja Sama dengan Stakeholder

B. TUJUAN DAN SASARAN
Tujuan
Dalam mengemban Misi, Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin telah
merumuskan beberapa tujuan antara lain:
1. Meningkatnya kualitas SDM dengan dilandasi oleh lima budaya kerja
2. Tersedianya sarana prasarana dan pelayanan dibidang kediklatan
3. Meningkatnya pelayanan dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan
4. Meluasnya Jaringan dan Kerja Sama Kemitraan dengan Stakeholder
Sasaran
Tujuan yang telah ditetapkan, dijabarkan lebih spesifik dalam bentuk Sasaran.
Sasaran adalah hasil yang ingin dicapai/diperoleh dalam kurun waktu tertentu,
yang realistis dan dapat diukur tingkat pencapaiannya berdasarkan indikator
kinerja tertentu yang disebut indikator kinerja sasaran. Sebagai penjabaran dari
tujuan, maka sasaran harus selaras dengan tujuan.
Sasaran terbagi atas 2 kelompok yaitu : (1). Sasaran tahunan dalam RKT; dan
(2). Sasaran dalam kurun waktu Renstra. Sasaran tahunan dalam Rencana
Kinerja Tahunan (RKT) adalah sasaran yang ingin dicapai pada satu tahun
tertentu, sedangkan dalam kurun waktu Renstra adalah sasaran yang akan
diwujudkan selama kurun waktu 1 sampai 5 tahun.
Berdasarkan tujuan di atas, sasaran yang ingin dicapai oleh Balai Diklat
Keagamaan Banjarmasin ialah :
1. Meningkatnya kualitas SDM dengan dilandasi oleh lima budaya kerja
 Meningkatnya SDM yang memiliki integritas, profesional, inovasi,
tanggung jawab dan dapat menjadi teladan
 Terciptanya suasana lingkungan kerja yang mengedepankan
kepentingan instansi daripada kepentingan pribadi dan kelompok
 Meningkatnya konsolidasi antar panitia penyelenggara diklat
 Meningkatnya kerja sama antara panitia, widyaiswara dan peserta.
2. Tersedianya sarana prasarana dan pelayanan dibidang kediklatan
 Tersedianya laboratorium komputer dan bahasa
 Tersedianya sarana pembelajaran yang memadai
 Tersedianya Sekretariat panitia yang dilengkapi IT
 Meningkatnya kualitas asrama dan kelas
3. Meningkatnya pelayanan dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan
 Meningkatnya kualitas pelayanan diklat melalui checkin online
 Meningkatnya kualitas administrasi kediklatan
 Meningkatnya penyelenggaraan diklat disemua jenjang
 Meratanya kesempatan diklat bagi seluruh pegawai
 Meningkatnya mutu output diklat
4. Meluasnya Jaringan dan Kerja Sama Kemitraan dengan Stakeholder
 Menjalin kerja sama yang bersinergis dengan stakeholder secara
berkesinambungan
 Menjalin kerja sama dengan instansi lintas sektoral

C. CARA MENCAPAI TUJUAN DAN SASARAN
Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan tersebut, Balai Diklat
Keagamaan Banjarmasin membuat kebijakan dan program sebagai berikut:
1. Kebijakan yang diambil meliputi :
a. Perlunya melatih Pejabat Eselon IV.
b. Perlunya melatih Tenaga Administrasi.
c. Perlunya melatih Tenaga Teknis Keagamaan.
d. Perlunya melatih CPNS.
e. Peningkatan koordinasi dan pemantauan serta evaluasi.
f. Perlunya melaksanakan administrasi umum.
g. Perlunya melaksanakan Pengadaan dan Pemeliharaan sarana prasarana
h. Mengembangkan kapasitas dan kualitas diklat.
i. Meningkatkan profesionalitas tenaga kediklatan.
2. Program yang direncanakan adalah:
a. Peningkatan Kualitas SDM Pejabat Struktural.
b. Peningkatan Kualitas SDM Tenaga Administrasi
c. Peningkatan Kualitas SDM CPNS
d. Peningkatan Kualitas Tenaga Teknis Keagamaan
e. Pengembangan Hubungan sektoral dan lintas sektoral.
a. Peningkatan Mutu Layanan Administrasi Umum
g. Peningkatan kuantitas dan kualitas Sarpras kantor dan Kediklatan.
h. Pemberdayaan Widyaiswara dan Pegawai.
Ketercapaian program Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin selama lima tahun
dapat dilihat dari tercapainya indikator sasaran sebagai berikut :
a. Terlaksananya Diklat Pejabat Eselon IV
b. Terlaksananya Diklat Tenaga Administrasi
c. Terlaksananya Diklat Calon Pegawai Negeri Sipil
d. Terlaksananya Diklat Tenaga Teknis
e. Terjalinnya kerjasama dengan stakeholder
f. Terlaksananya administrasi umum.
g. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai.
h. Tersedianya gedung kampus dan sarana penunjang.
i. Tersedianya tenaga kediklatan yang profesional.

BAB IV
PENUTUP
Rencana Strategis Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin tahun 2015-2019
merupakan dasar pertimbangan pembuatan kontrak kinerja tahunan. Rencana
Strategis ini kemudian dijabarkan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) sebagai
rujukan dalam penyusunan anggaran ditahun berikutnya dan dilengkapi dengan
indikator kinerja sebagai dasar mengevaluasi keberhasilan dan kegagalan.
Keberhasilan Renstra ini bergantung pada pemahaman, kesadaran, keterlibatan dan
upaya sungguh-sungguh dari semua pihak baik secara internal di lingkungan Balai
Diklat Keagamaan Banjarmasin maupun dukungan secara eksternal para
stakeholder dan masyarakat. Keberhasilan pelaksananaan Renstra ini juga menjadi
harapan nyata dalam pengembangan SDM Kementerian Agama di Kalimantan
Selatan, Tengah, Timur dan Utara.

Banjarmasin, 5 Januari 2015
Kepala Balai Diklat Keagamaan
Banjarmasin,

 

DR. H. Anang Rahmani, M.Ag
NIP. 195804011989031001