Top
    bdkbanjarmasin@kemenag.go.id
(0511) 4705071
24 JAM

24 JAM

Jumat, 24 Desember 2021
Kategori : Rumah Hikmah
106 kali dibaca

Oleh : H. Yasir Arafat

 

You may delay, but time will not.

(Benjamin Franklin)

 

24 jam hari ini tidak akan pernah sama dengan besok. Kebanyakan dari kita mungkin menjalani setiap hari dalam siklus yang monoton. Bangun pagi, pergi ke kantor, lalu pulang ke rumah. Di sela semua kegiatan,  pernahkah sedetik saja  kita mempertanyakan apakah semua yang dikerjakan sudah tepat?

Brian Tracy memberikan nasihat bijak tentang bagaimana cara mengatur waktu yang baik untuk meraih kesuksesan. Karena menurutnya, orang sukses pasti memiliki cara pengaturan waktu yang terstruktur dan terjadwal dengan sistematis. Dengan manajemen waktu, dapat menjadwalkan dan mengatur waktu untuk setiap aktivitas yang harus dilakukan setiap harinya. Waktu adalah sebuah sumber yang sangat berharga dalam hidup. Waktu tidak akan pernah dapat diputar Kembali. Waktu tidak akan pernah dapat diulang. Waktu tidak akan pernah tergantikan.

Tracy membagi tiga hal pokok dalam mengatur waktu, yaitu: (1) Mengembangkan rasa urgensi. Ukuran waktu yang paling penting adalah kecepatan. Kualitas terpenting yang dapat dikembangkan berkaitan dengan manajemen waktu adalah “rasa urgensi”. Rasa mendesak adalah kebiasaan bergerak cepat saat ada kesempatan. Kembangkan kebiasaan ini untuk bertindak dengan cepat. Semua orang sukses tidak hanya bekerja dengan keras, tetapi mereka bekerja dengan cepat. (2) Berhenti menunda pekerjaan. Penundaan bukan hanya pencuri waktu, ia adalah pencuri kehidupan. Kembangkan kebiasaan menajemen waktu untuk bergerak cepat saat suatu pekerjaan perlu dilakukan, jangan menundanya, meski hanya beberapa saat. (3) Bekerja secara real time. Bila memungkinkan, kerjakan pekerjaan saat “real time”. Segera lakukan setelah tugas itu diberikan kepada Anda. Tetap fokus dan lakukan saat itu juga.

Penting juga melatih kedisiplinan untuk selalu berkonsentrasi menyelesaikan pekerjaan. Rumuskan tujuan yang harus diselesaikan. Selain itu, selalu pertimbangkan kondisi yang dibutuhkan untuk bekerja. Untuk menunjang pekerjaan, maka fasilitasilah diri dengan teknologi yang membantu bisa lebih efektif dalam melakukan beragam kegiatan profesional. Mulailah memanfaatkan waktu 24 jam yang Tuhan anugerahkan kepada kita menjadi lebih efektif dan efisien. Lihat perbedaannya waktu 24 jam yang dikelola dengan baik dengan yang belum dikelola dengan baik.

Menurut ustadz Sutomo Abu Nashr, Lc., “Dalam Islam waktu adalah amanah. Dua dari empat hal yang akan dipertanyakan di hari kiamat nanti adalah tentang masa hidup (umur) dan lebih khusus lagi masa muda seseorang. Dan dua-duanya adalah tentang waktu”.

Rasulullah saw., bersabda dalam sebuah haditsnya. “Manfaatkan lima sebelum datangnya lima. (1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu. (2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. (3) Waktu kayamu sebelum datang masa fakirmu. (4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan (5) Hidupmu sebelum datang matimu.

Imam al- Ghazali dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin mentakhrij (menjelaskan) maksud hadits tersebut. (1) Muda sebelum tua. Gunakanlah waktu mampumu untuk taat kepada Allah sebelum datang kepayahan atau masa tua. (2) Sehat sebelum sakit. Manfaatkan waktu saat diberi nikmat sehat untuk memperbanyak amal ibadah dan kebaikan sebelum datang waktu sakit. Sehingga kelak tidak menyesal saat hari kebangkitan (kiamat) dengan membawa bekal amal yang cukup. (3) Kaya sebelum fakir. Perbanyaklah sedekah kepada fakir miskin dengan harta yang dimiliki, sehingga tidak menjadi fakir di dunia dan akhirat nanti. (4) Waktu luang sebelum sibuk. Manfaatkanlah waktu luang ketika di dunia sebelum sibuk dengan kengerian hari kiamat yang tempat awalnya di alam kubur. Sehingga selamat dari siksa dan kehinaan. (5) Hidup sebelum mati. Manfaatkanlah amal selama masa hidup di dunia sebelum datang kematian. Yakni dengan banyak beramal ibadah.

Mari kita memanfaatkan waktu atau nikmat yang diberikan Allah swt., di dunia ini untuk berlomba-loma dalam berbuat kebaikan dan ibadah.


Sumber : H. Yasir Arafat

Penulis : H. Yasir Arafat

Editor : Yusmadi

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP