Top
    bdkbanjarmasin@kemenag.go.id
(0511) 4705071
MEMAAFKAN

MEMAAFKAN

Jumat, 11 Juni 2021
Kategori : Rumah Hikmah
49 kali dibaca

Kata maaf tidak bisa mengembalikan yang telah pergi,

menghapus salah menjadi benar, yang rusak

seketika menjadi baik, tidak bisa.

Tapi kata maaf yang tulus dan ikhlas, melampaui ukuran itu semua,

melewati ukuran dunia.

Kata maaf, bisa menyiram hati menjadi lebih cemerlang,

bening, damai. Dan itulah hakikat memaafkan.

(Tere Liye)

 

     Ada perbedaan signifikan antara memaafkan dan dimaafkan tetapi sumbernya sama yakni hati. Amaliah yang cukup berat adalah memaafkan, apalagi memaafkan sebelum orang yang bersalah itu meminta maaf.

     Memaafkan atau forgiveness, selama ini diasumsikan sebagai simbol kekalahan. Kita sering menganggap dengan tidak memberi maaf, kita bisa menyembuhkan rasa sakit dan menghukum orang yang menyakiti kita. Padahal sebenarnya, justru hal itu akan membuat luka batin kita semakin dalam, semakin menghunjam.

      Manusia tidak pernah luput dari kesalahan, karena itu Islam mengajarkan setiap manusia untuk saling memaafkan. Memaafkan sekaligus melupakan kesalahan orang lain yang telah menyakiti hati, memang tidaklah mudah. Sebagai manusia biasa, pastinya tidak dapat melupakan kesalahan orang lain begitu saja. Renungkan firman Allah swt., dalam al Quran surah Ali Imran: 134. “ (yaitu) orang yang berinfak , baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan”.

Memaafkan menjadi sebuah kebutuhan bagi seluruh manusia. Bukan sekadar sebagai tanda ada rasa bersalah dan pengakuan atas seluruh kesalahan yang telah dibuat. Meminta maaf dan memaafkan juga menjadikan kita sebagai manusia yang penuh dengan kelapangan dan kerendahan hati. Memaafkan orang yang bersalah kepada kita bukan hanya membuat mereka terlepas dari rasa bersalah, tetapi membuat kita semakin bersyukur karena  masih diberi kesempatan untuk memaafkan orang lain.

       Perlu diketahui, memaafkan sangat baik untuk kesehatan. Studi yang dilakukan oleh Dr. Frederic Luskin memaparkan hasil bahwa sifat pemaaf memicu munculnya keadaan baik dalam pikiran seseorang, seperti timbulnya harapan, kesabaran, serta rasa percaya diri. Dan akan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat, dan stres. Memaafkan sekalipun terasa berat, namun dapat memberikan rasa bahagia tersendiri. Memaafkan merupakan salah satu akhlak terpuji.

       Menurut Kabrina Rian Ferdiani, ada 4 langkah krusial yang membuat proses memaafkan menjadi lebih mudah. Pertama, harus disadari emosi negatif yang kita rasakan mencari tahu bagaimana kita menghadapi atau menghindarinya. Kedua, buatlah keputusan secara sadar untuk memaafkan. Ketiga, tumbuhkan rasa maaf itu terus menerus, karena mungkin saja orang yang menyakiti kita sebenarnya tidak memiliki niat apa-apa, tetapi karena kondisi  yang memaksanya melakukan semua itu, dan yang keempat, menyadari dampak positif yang akan dirasakan ketika memaafkan orang lain.

Dikutip dari Hijrah Time, selalulah ingat empat hal di bawah ini:

Saat sendiri kontrol pikiranmu

Saat bersama, kontrol lisanmu

Saat marah, kontrol emosimu

Saat susah, ingat tuhanmu

 

 


Sumber : H.Yasir Arafat

Penulis : H. Yasir Arafat

Editor : yusmadi

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP