Top
    bdkbanjarmasin@kemenag.go.id
(0511) 4705071
STRATEGI  PELAKSANAAN PENYULUHAN AGAMA ISLAM

STRATEGI PELAKSANAAN PENYULUHAN AGAMA ISLAM

Senin, 7 September 2020
Kategori : Artikel Ilmiah
705 kali dibaca

STRATEGI  PELAKSANAAN PENYULUHAN AGAMA ISLAM

Oleh :

H.Abdul Hamid,S,Ag M.M.Pd.

Widyaiswara Ahli Madya IV/c

 

A. Pengertian Strategi Pelaksanaan Penyuluhan Agama Islam

Strategi merupakan langkah-langkah sistematis yang ditempuh dalam melaksanakan kegiatan, guna mendapatkan hasilmaksimal yang diharapkan. Ada pula yang menerjemahkan strategi sebagai cara, teknik, taktik untuk mencapai tujuan tertentu. Litbang Kementerian  Agama merumuskan pengertian strategi sebagai uraian yang dapat digunakan oleh organisasi untuk mencapai objektivitas formal dan sasarannya. Sedangkan menurut Surahmad Sumanteri ( 2016) strategi adalah pola respon organisasi terhadap lingkungan. Penyuluhan adalah serangkaian kegiatan yang berupa pemberian informasi dan bimbingan dalam bidang agama dan pembangunan melalui bahasa agama yang mudah dipahami dan mudah dicerna oleh masyarakat. Dengan demikian strategi pelaksanaan penyuluhan agama Islam adalah langkah-langkah sistematis yang ditempuh dalam melaksanakan pembinaan, bimbingan dan penyampaian informasi akan nilai-nilai ajaran agama dan pembangunan kepada masyarakat luas, sehingga pemahaman masyarakat akan nilai-nilai ajaran agama Islam semakin baik. Diwilayah yang sangat terpencil sangat sulit dalam melaksanakan penyuluhan ke desa-desa bahkan para penyuluh sangat banyak berkorban demi menyampaikan informasi berupa bimbingan dan penyuluhan, sehingga masyarakat mengerti arti dari sebuah nilai-nilai ilmu Agama yang harus mereka pegang untuk membentengi rumah tangga mereka dengan baik.

Menurut Muhammad Iberahim ( 2017 ) dalam makalah beliau mengatakan bahwa relevansi strategi pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan dimasyarakat terkadang mendapatkan kendala yang luar biasa sulitnya, diantaranya adalah perjalanan yang sangat sulit untuk ditempuh, rintangan cuaca yang sangat ekstrem, jarak tempuh hamper mencapai 30 km dalam pulang pergi untuk membina masyarakat dengan sebaik-baiknya.

B.Peran Strategi Pelaksanaan Penyuluhan Agama Islam

Keberhasilan dalam sebuah kegiatan akan banyak ditentukan oleh langkah-langkah sistematis yang digunakan dalam melaksanakan tersebut. Tidak terkecuali dalam pelaksanaaan Penyuluhan AgamaIslam. Untuk mendapatkan hasil maksimal dalam usaha memberikan pemahaman dan penghayatan kepada masayrakat akan nilai-nilai ajaran agama Islam, mutlak dibutuhkan strategi yang tepat guna, sebagaimana dulu pernah diterapkan oleh Rosulullah dalam perjuangan dakwah Islamiyah. Seorang Penyuluh AgamaIslam dalam pelaksanaan Penyuluhan AgamaIslam dapat menempuh langkah-langkah sebagai berikut :

1.Identifikasi potensi wilayah meliputi ;

  • -Penyusunan instrumen pengumpulan data wilayah atau kelompok sasaran.
  • -Menganilisis Data

2.Merumuskan monografi potensi wilayah atau kelompok sasaran.Menyusun Rencana Kerja (rutin mingguan, bulanan dan tahunan serta insidental).

3. Menyusun Term Of Reference

4. Pelaksanaan Program Kerja

5. Evaluasi Program Kerja

Sejauh ini strategi Penyuluhan Agama Islam yang sudah dilaksanakan di Kabupaten  meliputi :

  1. Identifikasi potensi wilayah melalui pendataan kelompok sasaran baik instansi atau lembaga pemerintahan maupun masyarakat.
  2. Perluasan cakupan kelompok binaan melalui program pembentukan majlis taklim di berbagai masjid dan musholla. Pembinaan rohani Islam di kalangan birokrasi pemerintahan.
  3. Peningkatan kompetensi penyuluh melalui pertemuan rutin Pokjaluh (Kelompok Kerja Penyuluh) dan partisipasi dalam berbagai orientasi, workshop dan diklat yang diadakan oleh Kanwil Kemenag.
  4. Penguatan Kelembagaan melalui pemberdayaan BAZDA, LP2A, LPTQ .
  5. Peningkatan mutu materi Penyuluhan AgamaIslam melalui diskusi rutin yang diselenggarakan oleh Pokjaluh.
  6. Perluasan jaringan lintas sektoral diantaranya dengan radio, ormas Islam sertalembaga –instansi di lingkungan Kabupaten

C.Keberhasilan Dan Kelemahan Strategi Pelaksanaan Penyuluhan Agama Islam Di      Daerah Binaan

Secara umum pemahaman nilai-nilai keagamaan masyarakat kabupaten sudah cukup memadai. Namun ada pula beberapa daerah yang bisa dikategorikan masyarakatnya masih abangan Identifikasi potensi wilayah yang komprehensif merupakan satu sisi kekuatan strategi Penyuluhan Agama Islam yang sudah dilakukan di Kabupaten. Hasil identifikasi ini merupakan modal bagi penentuan strategi berikutnya yakni penyusuanan rencana kerja baik tahunan atau lima tahunan.

Menurut Umar Iberahim ( 2016 ) mengatakan bahwa  penyusunan program kerja yang runtut bisa memberikan arah yang pasti dalam menentukan materi, teknik, atau metode penyuluhan serta jadwal, waktu dan peserta yang dijadikan sasaran penyuluhan. Disamping itu eksistensi Pokjaluh di daerah juga mengambil peran penting dalam proses pelaksanaan penyuluhan Agama Islam. Ini menjadi salah satu bukti keberhasilan kerja lintas sektoral dalam bidang kepenyuluhan yang layak dijadikan contoh untuk daerah lain. Dengan menetapkan strategi tersebut Penyuluhan Agama Islam di Kabupaten banyak memberikan warna yang berbeda dalam usaha membantu masyarakat memahami dan menghayati nilai-nilai ajaran Islam. Meskipun belum mencapai terget yang maksimal. Adapun sisi lemah penerapan strategi pelaksanaan Penyuluhan AgamaIslam diantaranya keterbatasan personil penyuluh Agama Islam, luasnya wilayah yang harus dijangkau, minimnya sarana pendukung.

D.Peluang Dan Tantangan Strategi Pelaksanaan Penyuluhan Agama Islam Di Kabupaten

Beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan dalam proses Penyuluhan Agama Islam diantaranya solidaritas masyarakat yang cukup tinggi serta dukungan tokoh agama dan lembaga keagamaan. Peluang lain adalah keterbukaan pemerintah daerah membantu kegiatan keagamaan.

Sementara itu, yang merupakan tantangan berat dalam proses Penyuluhan AgamaIslam pengaruh negatif akses informasi dan globalisasi di kalangan generasi.

E.Rencana Tindak Lanjut

Setelah diuraikan pada beberapa bab sebelumnya, akhirnya dapat dipahami disusun rencana tindak lanjut sebagai berikut :

  1. Strategi Pelaksanaan Penyuluhan Agama Islam akan dikosultasikan kepada Kasi Penamas yang difasilitasi oleh Pokjaluh dalam rapat pembinaan Kasi Pembinaan.
  2. Berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk melaksanakan strategi tersebut sehingga dapat dirumuskan dalak berbagai program dan kegiatan.
  3. Pelaksanaan strategi tersebut akan terus dimonitor dan dievaluasi sehingga dapat dipantau kelebihan dan kekurangannya untuk diusahakan perbaikan pasa masa yang akan datang.

F. Harapan

Kiranya strategi penyuluhan Agama Islam di Kabupaten dapat dipahami dan dapat berdaya guna bagi kemajuan dakwah di daerah tersebut. Dibuktikan dengan kesungguhan dan kerjasama semua pihak dan sudilah kiranya memberikan masukan bagi perbaikan masa yang akan datang.

Rekomendasi

1. Masyarakat

    Hendaknya Masyarakat dapat mendukung strategi tersebut dengan bekerjasama dengan penyuluh.

2. Kementerian  Agama

     Hendaknya Departemen Agama dalam hal ini seksi Penamas dapat lebih meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Penyuluh melalui berbagai kegiatan dalam program       

      Pemberdayaan penyuluh

3. Pemda Kab.

    Hendaknya Pemda Kab. dapat melindungi warga muslim dari sasaran penyiaran agama lain sehingga aqidah warga dapat diselamatkan.Hendaknya Pemda dapat meningkatkan

    dukungan dalam peningkatan usaha dakwah di kalangan birokrasi.

 

 

 

Bahan Rujukan

Iberahim Mustafa. 2015. Al Qur’an Dan Terjemahannya.  Depag RI, Jakarta.

Kementerian Agama RI. 2016. Kebijakan dan Strategi Penyuluhan Agama.  Jakarta.

Teknik Penyusnan Rencana Strategis Penyuluhan Agama Islam, 2017 . Balitbang dan Diklat Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan, Jakarta.

Umar Iberahim. 2016. Strategi Management In Action, Hussein Umar, PT Gramedia Utama, Jakarta.

Abdul Hamid.2018. Makalah pembelajaran Penyuluh Agama Islam Non PNS BDK Banjarmasin.


Sumber :

Penulis :

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP