Top
    bdkbanjarmasin@kemenag.go.id
(0511) 4705071
WAKTU

WAKTU

Jumat, 21 Januari 2022
Kategori : Rumah Hikmah
73 kali dibaca

Jangan buang waktu, tenaga dan pikiran

untuk hal yang sia-sia. Fokuslah menjadikan

dirimu bernilai dalam “pandangan” Tuhan.

(Anonim)


      Waktu adalah hal yang paling urgen dalam kehidupan kita sebagai manusia, sekaligus sesuatu yang paradoks. Setiap kita memiliki waktu 24 jam setiap harinya, namun kita juga memiliki durasi waktu hidup yang tidak pernah sama. Ada yang mencapai usia tua, namun tidak sedikit yang harus pergi meninggalkan dunia dalam usia masih muda.

     Meski begitu, panjang-pendeknya sebuah waktu bukan barometer seseorang  berhasil dalam hidupnya. Melainkan seberapa cerdas ia memanfaatkan waktu yang dimiliki. Waktu selalu memberikan pelajaran berharga dalam hidup. Entah itu hal baik atau buruk. Tergantung dari mana kita memaknainya.

    Menurut Mutaya (2020) waktu direpresentasikan melalui gerakan bulan mengelilingi bumi. Perjalanan waktu terkait erat dengan konsep ruang. Menurut teori relativitas umum, ruang angkasa, alam semesta, dan waktu muncul dalam “big bang” sekitar 13,7 miliar tahun yang lalu. Sebelumnya semua materi dikemas ke dalam titik yang sangat kecil. Titik itu juga berisi materi yang kemudian menjadi matahari, bumi, bulan, dan benda-benda langit lainnya. Dan pada waktunya nanti, semua materi akan menyusut menjadi kecil lagi, yang akan mengakhiri konsep waktu seperti yang kita kenal.

     Waktu berjalan tak pernah berhenti dan kita mengikutinya dengan petunjuk jam dan kalender. Konsep waktu membuktikan keberadaannya dengan sendirinya. Di antara semua itu, kita hidup. Tapi pernahkah kita berpikir tentang sifat dasar waktu? Pernahkah kita repot-repot memahami filosofi waktu?

     Tulisan Ganjar Firmansyah mencoba merangkai “5 Filosofi Waktu Yang Sarat Makna Agar Tak Patah Harapan Dalam Hidup” dapat dijadikan refleksi memahami filosofi waktu. (1) Cepat atau lambat, waktu akan sembuhkan segala luka. Dalam hidup ini pasti ada masa, di mana seseorang akan menghadapi sebuah penderitaan, kekecewaan ataupun patah hati. Seiring berjalannya waktu, segala hal yang tidak mengenakkan akan berlalu. (2) Waktu manusia terbatas, bergegaslah melakukan yang terbaik dalam hidup. Kita sering lupa bahwa usia kita hidup di dunia ini terbatas, tak ada yang abadi. Falsafah ini penting untuk selalu diingat. Bahagia ada batasnya begitu juga kesedihan. Kaya dan miskin pun terkadang ada batas waktunya, (3) Waktu berputar, tak perlu risau dengan kesempatan yang hilang. Salah satu sifat waktu adalah sirkuler, artinya waktu itu berjalan berputar. Apa yang terjadi di masa lalu bisa saja berulang di masa depan dikarenakan sebuah pola yang tetap dalam hidup ini. (4) Waktu itu bersifat relatif. Secara kualitas waktu itu sama. Satu jam  sama dengan 60 menit. Tetapi bisa  berbeda jika kita melakukan sesuatu karena cinta atau terpaksa. Yang 60 menit karena cinta terasa sebentar, sedangkan 60 menit karena terpaksa terasa berjam-jam lamanya. (5) Waktu memiliki dua sisi mata pisau. Satu sisi bisa membuat kita berhasil dalam hidup, namun di sisi lain bisa saja membunuh secara pelan-pelan. Tergantung bagaimana seseorang memanfaatkannya.

       Bagi sebagian orang waktu adalah uang. Sebagian lainnya, waktu adalah makna dan ada yang mengartikan waktu adalah kehidupan. Lalu apa arti waktu bagimu?

 


Sumber : H. Yasir Arafat

Penulis : H. Yasir Arafat

Editor : Yusmadi

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP