3 Media yang digunakan dalam Pelatihan Jarak Jauh BDK Banjarmasin (Fica Aprillia AA )

3 Media yang digunakan dalam Pelatihan Jarak Jauh BDK Banjarmasin (Fica Aprillia AA )

      Oleh : Fica Aprillia Aisah Azis

      Sudah hampir 8 bulan sejak pertama kali Pemerintah mengumumkan dua kasus pasien yang positif Covid 19, Sejak Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi global dan Pemerintah menetapkan status darurat nasional situasi tersebut memberikan dampak kepada berbagai sektor. Himbauan Pemerintah kepada seluruh masyarakat untuk memberlakukan jaga jarak “Bekerja, beribadah serta belajar dari rumah mutlak harus dilakukan. Berdasarkan himbauan tersebut baik sekolah, perkantoran, pabrik, mall, juga terkena imbasnya begitu pula dengan Balai Diklat atau Lembaga kediklatan sebagai unit pendidikan dan pelatihan bagi para Aparatur Sipil Negara. Balai diklat yang biasanya menjadi tempat berkumpulnya Aparatur Sipil Negara juga harus mengikuti himbauan yang diberikan oleh pemerintah guna mengurangi potensi semakin menyebarnya Covid 19.

    Balai Diklat atau Lembaga kediklatan yang semula selalu menerapkan pelatihan klasikal namun harus berubah menjadi non klasikal atau yang sering kita sebut dengan Pelatihan Jarak Jauh. Merujuk dari Surat Edaran Lembaga Administrasi Negara  tentang Kewaspadaan dan Pencegahan Penularan Infeksi Corona Virus No: 7/k.I/HKM.02.3/2020 tanggal 14 Maret 2020 dalam penyelenggaraan pelatihan terdapat beberapa hal yang saya garis bawahi dari Surat Edaran tersebut, yaitu:

1. Seluruh pimpinan Lembaga Penyelenggara Pelatihan Aparatur Sipil Negara agar secara konsisten menerapkan berbagai tindakan pencegahan penularan penyakit, khususnya Infeksi Corona Virus dan mematuhi Protokol Kewaspadaan Pencegahan Corona Virus.

2. Untuk pelatihan yang belum dilaksanakan dapat dijadwalkan ulang;

3. Untuk pelatihan yang telah berjalan tetap dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan      perkembangan di lokus masing-masing dan dengan mengambil berbagai langkah seperti:

     a.  Mengubah pembelajaran klasikal menjadi pembelajaran jarak jauh (e-learning)

     b. Pimpinan lembaga penyelenggara pelatihan diminta untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan para pengajar untuk dapat menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh atau penugasan terstruktur.

    Pengertian pembelajaran jarak jauh diutarakan oleh berbagai pakar, diantaranya G. Dogmen, G. Mackenzie, E. Christensen, dan P. Rigby, O. Peter, M. Moore, B. Holmeberg (Aristorahadi, 2008). Menurut Dogmen ciri dari pembelajaran jarak jauh adalah dengan adanya organisasi yang mengatur cara belajar mandiri, materi pembelajaran dapat disampaikan melalui media, dan tidak terjadi kontak langsung antara pengajar dengan pembelajar. Mackenzie, Christensen, dan Rigby mengatakan pendidikan jarak jauh merupakan metode pembelajaran yang menggunakan korespondensi sebagai alat untuk berkomunikasi antara pembelajar dengan instruktur.

    E-learning adalah salah satu bentuk model pembelajaran yang difasilitasi dan didukung pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Adapun ciri – ciri dari E- Learning yaitu (Clark & Mayer 2008: 10):

1) memiliki konten yang relevan dengan tujuan pembelajaran

2) menggunakan metode instruksional, misalnya penyajian contoh dan latihan untuk  meningkatkan embelajaran

3) menggunakan elemen-elemen media seperti kata-kata dan gambar-gambar untuk  menyampaikan materi pembelajaran

4) memungkinkan pembelajaran langsung berpusat pada pengajar (synchronous e-learning) atau   di desain untuk pembelajaran mandiri (asynchronous e-learning)

5) membangun pemahaman dan keterampilan yang terkait dengan tujuan pembelajaran baik  secara perseorangan atau meningkatkan kinerja pembelajaran kelompok.

    Berdasarkan penjabaran diatas dapat disimpulkan kegiatan pembelajaran jarak jauh dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi.  Fernando Alonso, dkk dalam Prasojo & Rianto (2011:209) mengatakan bahwa Learning Management System (LMS) adalah perangkat lunak yang digunakan untuk membuat materi pembelajaran online berbasiskan web dan mengelola kegiatan pembelajaran serta hasil-hasilnya. LMS juga memiliki fitur-fitur yang dapat memenuhi semua kebutuhan dari pengguna dalam hal pembelajaran. Salah satu LMS yang sedang naik daun saat ini adalah Moodle. Modle sendiri adalah paket software yang diproduksi yang bertujuan untuk kegiatan belajar berbasis internet dan website. Sistem e-learning berbasis Moodle yang sangat cocok digunakan untuk model pembelajaran. Dengan tampilan seperti halaman web pada umumnya, Moodle memiliki fitur untuk menyajikan kelas (course), dimana pengajar bisa mengunggah materi ajar, soal dan tugas. Murid bisa masuk log ke Moodle kemudian memilih kelas yang telah disediakan atau didaftarkan (enrol) untuknya sebelumnya.

   Penggunaan Moodle juga dilakukan oleh Balai diklat Keagamaan Banjarmasin dalam kegiatan penyelenggaraan pelatihannya. Di dalam moodle terdapat berbagai fitur yang dapat dipergunakan seperti pengumpulan tugas, Forum diskusi, Pengunduhan file, Nilai, Chat, Kuis Online. Selain itu moodle juga memiliki fitur impor yang bisa digunakan untuk mengimpor kuis atau mengimpor penilaian.

     Selain menggunakan Moodle, Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin juga menggunakan Zoom Meeting untuk kegiatan Pelatihan Jarak Jauhnya. Penggunaan kedua media diatas saling berkaitan. Para narasumber menggunakan media Zoom untuk melakukan kegiatan synchronous karena dengan zoom narasumber dapat mempresentasikan materinya sekaligus berbagi layar dengan para peserta. Mengaplikasikan zoom sangat mudah, pengguna dapat mengunduh zoom melalui play store / app store pada smartphone atau mengunduhnya melalui google ke dalam PC / Laptop. Selama kegiatan pelatihan penggunaan zoom meliputi kegiatan pembukaan, overview, pemaparan materi oleh narasumber (kegiatan synchronous menggunakan zoom ini disampaikan oleh pejabat dan juga beberapa kali oleh narasumber), dan terakhir untuk kegiatan penutupan.

    Selain dua media diatas peserta juga menggunakan Whatssapp sebagai alat berkomunikasi dengan panitia dan narasumber. Peserta, panitia dan narasumber bergabung menjadi satu dalam grup whatsapp. Dalam grup tersebut panitia memberikan ID dan password untuk dapat mengakses moodle selain itu grup whatsapp juga digunakan panitia untuk memberi pengumuman kepada para peserta.

    Berdasarkan deskripsi singkat di atas maka dapat disimpulkan bahwa Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin menggunakan 3 media, yaitu Moodle, Zoom Meeting, dan Whatsapp dalam kegiatan Pelatihan Jarak Jauh yang telah berlangsung selama ini.

 

 

Daftar Pustaka

 

LAN. 2020. Surat Edaran Lembaga Administrasi Negara No: 7/k.I/HKM.02.3/2020 tanggal 14 Maret 2020 tentang Kewaspadaan dan Pencegahan Penularan Infeksi Corona Virus dalam penyelenggaraan pelatihan

Lantip Diat Prasojo & Riyanto. (2011). Teknologi informasi pendidikan. Yog-yakarta: Gava Media

Clark, R.C. & Mayer, R.E. (2008). E-learning and the science of instruction: proven guidelines for consumers and designers of multimedia learning, second edition. San Francisco: John Wiley & Sons, Inc.

Aristorahadi. 2008. Konsepsi Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh. http://aristora-hadi. wordpress. com