HITAM - PUTIH

HITAM - PUTIH

 

Hidup itu hanya tentang putih dan hitam

baik dan jahat

tobat atau maksiat

dan tidak ada di antara keduanya.

Manakah yang paling dominan?

putih surga

hitam neraka.

     (al-Mahfudzat)

 

       Warna merupakan elemen dan aspek yang paling urgen dalam desain dan kehidupan. Persepsi terhadap warna melibatkan respon psikologi manusia. Ada beragam makna dan arti dari warna-warna yang menunjukkan kesan dan perasaan dalam proses sensasi dan persepsi yang begitu komplek.

       Secara psikologis diuraikan oleh J. Linschoten, bahwa warna-warna itu bukanlah suatu gejala yang hanya dapat diamati saja, warna dapat mempengaruhi kelakuan dan memegang peranan penting dalam penilaian estetis. Warna hitam dalam simbolisme psikologi kerap dianggap sebagai warna psikologi mistis, karena hitam erat hubungannya dengan kegelapan. Hitam dalam perspektif psikologi terasosiasi dengan ketakutan, misteri, kematian, sesuatu yang jahat, agresi dan pemberontakan. Sedangkan putih bermakna kesederhanaan, kemurniaan, tidak bersalah dan kesempurnaan.

       Perlu disadari warna adalah anugerah Allah swt., yang begitu indah, tercipta di dunia sebagai hiasan. Allah swt., menciptakan segala sesuatu di alam raya ini berpasangan sekaligus berbeda namun untuk saling melengkapi dan menyempurnakan. Ada siang dan malam, ada panas dan hujan, ada suka dan duka, dan ada kaya dan miskin. Begitu pula dengan warna, ada hitam dan putih.

      Secara umum warna hitam dijadikan simbol penantang, liar, jahat, tak terkendali dan penuh misteri, tetapi ada juga yang mengartikannya sebagai kekuatan, unggul dan keagungan. Sedangkan warna putih mengisyaratkan kesucian, kebaikan, polos, dan rendah hati. Begitulah manusia memaknai warna hitam dan putih. Tetapi sebenarnya, hitam dan putih merupakan “warna” yang selalu membersamai manusia dalam setiap sisi kehidupannya. Sisi kehidupan mana yang akan berkembang sangat dipengaruhi oleh lingkungan, pergaulan dan pendidikan masing-masing individu.

       Menurut ganaislamika.com ada enam warna dan makna simboliknya disebutkan beberapa kali dalam al quran. Dua di antara enam warna itu adalah hitam (muswadda) dan putih ( baidho). Jika hitam, setidak-tidaknya disebutkan sebanyak 14 kali, maka putih disebut sebanyak 13 kali. Contoh kata putih dan hitam terdapat dalam QS:Ali Imran: 106-107, “Pada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang berwajah hitam muram (kepada mereka dikatakan), “Mengapa kamu kafir setelah beriman? Karena itu rasakan azab disebabkan kekafiranmu itu”. Dan adapun orang-orang yang berwajah putih berseri, mereka berada dalam rahmat Allah (surga), mereka kekal di dalamnya”.

Jika nanti di hari kiamat, ada sekelompok manusia berwajah putih dan kelompok yang lain hitam, ini bukan keinginan Allah swt., dan juga bukan determinasi lingkungan, melainkan perbuatan mereka sendiri selama di dunia, yang pada hari kiamat menjelma demikian.

       Agar wajah kita nanti menjadi putih berseri maka perbanyak ‘amilus sholihati- yaitu perbuatan yang baik-baik. Baik pada diri sendiri, keluarga, sahabat, kawan atau lingkungan. Dan setiap perbuatan baik akan mendapat ganjaran kebaikan pula.

    Apakah Anda ingin di akhirat nanti berwajah hitam? Tentu tidak bukan? Maka jauhi sejauh-jauhnya ‘amilus syai yiati- yaitu perbuatan yang jahat. Semisal, berdusta, menipu, menggosip dan menzolimi orang lain. Dan setiap perbuatan jahat akan mendapat ganjaran kejahatan pula.

Allohumma  a’inna ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika. Aamiin.