PEREMPUAN PILIHAN TUHAN

PEREMPUAN PILIHAN TUHAN

Oleh  :

Yasir Arafat HZ

Dari Anas bin Malik, Nabi saw bersabda.

“Pemuka perempuan ahli surga ada empat. Maryam binti Imran,

Fatimah binti Rasulullah, Khadijah Binti Khawailid, dan Asiyah

Isteri Fir’aun (HR.Muslim dan Hakim)

 

     Sepanjang sejarah, Islam telah memiliki banyak teladan perempuan yang tidak diragukan lagi kesucian dan rupawannya. Salah satu diantaranya adalah Maryam binti Imran. Lahir, di Nashirah (Nazareth) Palestina, dari rahim seorang ibu bernama Hannah binti Faqudz, istri Ali Imran bin Matsan. Maryam dilahirkan setelah melalui proses yang sangat panjang. Sebab, Hannah sempat divonis mandul. Namun, harapan untuk memiliki anak tak pernah sirna.

      Bertahun-tahun menjalani hidup bersama Imran, Hannah telah melakukan berbagai cara untuk memperoleh anak, akan tetapi tak pernah tercapai. Dia akhirnya mengandung setelah bernazar (berjanji) kepada Allah apabila permohonannya terkabul, akan menyerahkan dan menghibahkan anaknya ke Baitul Maqdis untuk menjadi pelayan, penjaga dan memelihara rumah suci (Bait Allah). Hannah melahirkan sendirian karena Imran meninggal dunia. Kekecewaan juga menerpa saat terlahir bayi perempuan karena Hannah menginginkan seorang putera untuk dihibahkan kepada Baitul Maqdis.  

      Dari garis ayah, leluhur Maryam sampai kepada Nabi Daud. Sementara Hannah adalah adik dari isteri Nabi Zakaria, sehingga Maryam adalah keponakan Nabi Zakaria. Saat masih kecil ia pernah diasuh oleh Nabi Zakaria.

      Maryam adalah satu-satunya perempuan yang namanya dijadikan surah dalam al Quran. Misalnya dalam terdapat pada surah Ali Imran ayat 42, “ Dan (ingatlah) ketika malaikat (Jibril) berkata, “Hai Maryam sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang sama dengan kamu)”. Al quran menyebut nama Maryam sebanyak 34 kali.

     Maryam tumbuh menjadi sosok yang taat dan kuat menjalankan agamanya. Di Baitul Maqdis, ia menghabiskan waktu hanya untuk beribadah. Berdoa, dzikir, hingga salat. Ia diberi julukan sebagai “ al Qaanitin” yaitu orang-orang yang taat.

    Al quran menyebut Maryam sebagai perempuan suci dan terhormat, ia memilki hati yang bersih dan bercahaya. Ia adalah perempuan pilihan Allah untuk sebuah kedudukan dan peranan besar di kemudian hari. Kesabaran pribadi dan keluhuran jiwa Maryam tampak seiring usianya, Ia adalah pribadi yang paling bertakwa dan mencapai ma’rifatullah, dan bahkan Maryam mampu “mengalahkan” kedudukan ulama Bani Israil pada masa itu.

     Allah berfirman dalam surah At Tahrim ayat 12. “Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabnya dan kitab-kitab-Nya, dan dia termasuk orang-orang yang taat”.

       Maryam adalah sosok yang terhormat dan suci sehingga Allah menjadikan rahimnya sebagai wadah untuk kelahiran seorang manusia yang membawa risalah langit. Allah menobatkannya sebagai perempuan pilihan dan menjadikannya sebagai ibunda Nabi Isa. Kesabaran dan  tawakkal merupakan sifat utamanya.