SENYUM

SENYUM

Tersenyumlah, jika kamu ingin senyuman

dari wajah orang lain

(Dalai Lama)

     Kalau Anda mengalami hari yang berat, coba biasakan untuk tersenyum karena memaksa diri untuk tersenyum dapat membuat Anda merasa lebih bahagia. Setidaknya, begitulah hasil sebuah makalah yang diterbitkan di Psychological Bulletin. Makalah ini meneliti hampir 50 tahun pengujian data berkenaan dengan ekspresi wajah.  Ternyata ekspresi wajah seseorang dapat membuat orang lain merasakan emosi yang sama.

       Orang-orang tua dulu selalu menasehati agar kita “murah” senyum. Entah sedang bahagia atau berduka. Bahkan mereka membawa-bawa dalil yang menyebutkan bahwa senyum itu adalah ibadah. Terlepas dari persoalan terasebut, manfaat senyum memang dahsyat untuk hati, pikiran, jiwa dan raga.

          Dikutip dari kompas.com, ada beberapa alasan agar kita lebih sering tersenyum, yang bisa dirasakan untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Berikut ini 9 alasan mengapa kita harus sering tersenyum. (1) Mengikis stress. Senyum tidak hanya membuat raut muka terlihat cerah, namun juga diyakini membantu meredakan stress.(2) Menaikkan mood. Senyum dapat “menipu” tubuh untuk menaikkan mood karena aktivitas ini mengaktifkan penyampaian sinyal otak. Sebuah senyum dapat memancing dilepaskannya neurotransmitter (senyawa penyampaian pesan) seperti senyawa dopamin dan serotonin yang dapat meningkatkan suasana hati. (3) Membuat hati lebih senang. Selain dilepaskannya neurotransmitter dopamin dan serotonin, tersenyum juga membantu dilepaskannya pereda nyeri alami di tubuh, yaitu senyawa endorphin.(4) Meningkatkan imun tubuh. Tak hanya kesehatan psikologis, manfaat senyum juga bisa berefek pada sistem daya tahan tubuh manusia. Senyum membantu kita untuk lebih tenang dan rileks, sebagai efek dari dilepaskannya neurotransmitter di otak. (5) Membantu kita terlihat lebih menarik. Senyuman akan membantu kita terlihat lebih menarik dan atraktif. Itulah sebabnya, kita seringkali lebih nyaman berdekatan dengan orang yang tersenyum. (6) Membantu kita terihat lebih muda. Senyuman tidak hanya membuat kita lebih menarik, namun juga membantu terlihat lebih muda. Otot yang kita gunakan untuk tersenyum membantu mengangkat wajah, sehingga terlihat lebih muda. (7) Senyum itu menular. Bagian otak kita yang bertugas dalam mengontrol ekspresi wajah merupakan bagian dari area respons otomatis tak sadar. Kita seringkali tidak sadar ikut tersenyum saat melihat orang lain tersenyum. (8) Meningkatkan rasa percaya diri. Berbagai kajian ilmih telah membuktikan bahwa orang yang sering tersenyum terlihat lebih percaya diri. Hal ini juga berujung pada kesuksesan dalam performa pekerjaan. (9) Membantu mental senantiasa positif. Saat tersenyum, apakah senyum itu memang alami atau “dibuat-buat”, otak dan seluruh tubuh akan menerima pesan seolah-olah hal baik terjadi pada diri kita dan kita tengah gembira. Senyum dan kebahagiaan memiliki hubungan dua arah atau timbal balik.

        Syekh Abdullah Ju’aitsan, dalam bukunya yang berjudul “Meneladani Nabi Dalam Sehari” menyebutkan, senyum merupakan sebuah bentuk kebaikan. Nabi Muhammad saw., tidak pernah terlihat kecuali dalam keadaan tersenyum. Nabi bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu”. (HR.Tirmidzi)